Program AI di MINH mengenalkan siswa pada dasar-dasar kecerdasan buatan secara menyenangkan dan aman, membentuk generasi Indonesia yang melek teknologi sejak usia sekolah dasar tanpa meninggalkan nilai-nilai akhlak Islami.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, MINH membekali siswa dengan pengenalan dasar Artificial Intelligence (AI) sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler. Siswa diajak mengenal konsep AI secara sederhana, interaktif, dan sesuai dengan usia mereka.
Melalui bimbingan guru, siswa belajar memanfaatkan asisten AI seperti Open Claw dan Gemini AI untuk membantu tugas sekolah, mengeksplorasi ide kreatif, serta memahami pentingnya menggunakan teknologi secara bijak, jujur, dan bertanggung jawab sesuai nilai-nilai Islam.
Siswa dikenalkan dengan asisten kecerdasan buatan terkini melalui pendampingan guru di kelas.
Asisten AI yang membantu siswa belajar memahami konsep dasar pemrograman dan logika komputasi melalui aktivitas yang interaktif dan mudah dipahami.
Logika & Pemrograman DasarDigunakan untuk membantu siswa mencari informasi, menjawab pertanyaan seputar pelajaran, dan berlatih menulis dengan bimbingan dan pengawasan guru.
Riset & Bantuan BelajarMateri disusun secara bertahap, dimulai dari pengenalan konsep dasar hingga praktik penggunaan AI secara aman dan bermanfaat.
Pengenalan konsep AI secara sederhana — bagaimana komputer bisa "berpikir" dan membantu manusia menyelesaikan masalah.
Belajar cara berkomunikasi dengan chatbot AI menggunakan kalimat yang jelas, sopan, dan efektif (dasar-dasar prompting).
Pengenalan alur logika sederhana (seperti urutan, perulangan, dan keputusan) melalui aktivitas dan permainan interaktif.
Memanfaatkan AI untuk membantu mencari ide, menyusun tulisan sederhana, dan menjawab pertanyaan seputar pelajaran sekolah.
Memahami pentingnya menjaga data pribadi, tidak menyebarkan informasi palsu, serta menggunakan internet dengan bijak.
Siswa mempresentasikan hasil eksplorasi mereka menggunakan AI di depan teman-teman, melatih kepercayaan diri dan komunikasi.
MINH menekankan penggunaan AI sebagai alat bantu belajar, bukan pengganti usaha dan kejujuran siswa.
Setiap penggunaan AI di sekolah dilakukan dengan pengawasan dan bimbingan langsung dari guru pembimbing.
AI digunakan untuk membantu memahami pelajaran, bukan untuk menggantikan proses belajar dan berpikir siswa.
Siswa diajarkan untuk tetap jujur dalam mengerjakan tugas dan bertanggung jawab atas apa yang mereka hasilkan.
Siswa dibimbing untuk tidak membagikan data pribadi dan menjaga keamanan saat menggunakan teknologi digital.
Kegiatan AI dilaksanakan secara rutin di laboratorium komputer/multimedia MINH.
Daftarkan putra-putri Anda di MINH dan kenalkan mereka pada teknologi kecerdasan buatan sejak dini dengan bimbingan yang aman dan islami.